
Mendirikan Perseroan Terbatas (PT) bukan hanya menyiapkan nama perusahaan dan dokumen identitas. Sebelum proses pendirian dimulai, beberapa keputusan dasar perlu disepakati agar akta, data badan usaha, dan perizinan berikutnya dapat berjalan konsisten.
Berikut lima hal utama yang sebaiknya disiapkan sebelum mengurus pendirian PT.
1. Tentukan Pendiri, Pengurus, dan Struktur Saham
Tentukan siapa yang akan menjadi pendiri serta siapa yang akan menjalankan fungsi organ perseroan sesuai bentuk dan kebutuhan PT. Struktur kepemilikan juga perlu disepakati sejak awal, termasuk jumlah saham dan komposisinya.
Keputusan ini penting karena data pendiri, pengurus, dan kepemilikan akan masuk ke dokumen pendirian. Jangan menetapkan pembagian saham hanya berdasarkan perkiraan sementara jika para pendiri belum menyepakatinya.
Jika hanya ada satu orang yang akan mendirikan usaha, periksa terlebih dahulu apakah bentuk Perseroan Perorangan sesuai dengan kondisi dan tujuan usaha Anda. Bentuk ini memiliki mekanisme pendirian yang berbeda dari PT dengan persekutuan modal.
2. Siapkan Nama PT
Siapkan beberapa alternatif nama perusahaan. Nama yang diinginkan tetap perlu diperiksa ketersediaan dan kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku sebelum digunakan dalam pendirian.
Memiliki beberapa alternatif membantu mengurangi risiko proses tertunda jika nama pertama tidak dapat digunakan. Pastikan nama juga konsisten dengan identitas dan rencana bisnis perusahaan.
3. Tentukan Alamat atau Domisili Kegiatan Usaha
Siapkan alamat yang akan digunakan untuk data perusahaan dan pastikan penggunaannya sesuai dengan ketentuan lokasi serta kegiatan usaha. Kebutuhan dokumen atau persyaratan terkait alamat dapat berbeda menurut kondisi usaha dan wilayah.
Alamat tidak sebaiknya dipilih hanya karena mudah dicantumkan di dokumen. Pertimbangkan apakah lokasi tersebut benar-benar dapat digunakan untuk kegiatan usaha dan mendukung kebutuhan administrasi serta perizinannya.
4. Tentukan Bidang Usaha dan KBLI
Tentukan kegiatan usaha yang benar-benar akan dijalankan sebelum memilih kode KBLI. Jangan memilih KBLI hanya berdasarkan nama produk atau nama perusahaan.
KBLI 2025 telah diterbitkan dan menjadi bagian penting dalam perkembangan klasifikasi kegiatan usaha. Pada masa transisi, penyesuaian dari KBLI sebelumnya perlu diperhatikan sesuai kegiatan usaha dan sistem yang digunakan.
Pemilihan KBLI penting karena klasifikasi kegiatan usaha dapat memengaruhi proses perizinan dan persyaratan yang muncul melalui OSS. Jika perusahaan memiliki beberapa kegiatan usaha, masing-masing perlu diperiksa agar tidak ada kegiatan utama atau kegiatan lain yang terlewat.
5. Siapkan Modal, Saham, dan Dokumen Pendiri
Sebelum akta dibuat, sepakati struktur modal dan pembagian saham sesuai kebutuhan perusahaan dan ketentuan yang berlaku. Dokumen identitas pendiri dan pengurus juga perlu disiapkan agar data yang digunakan dalam proses pendirian konsisten.
Dokumen yang biasanya perlu disiapkan dapat mencakup identitas para pihak, informasi perpajakan, alamat, serta dokumen pendukung lain sesuai bentuk perseroan dan kebutuhan notaris. Daftar final sebaiknya dikonfirmasi berdasarkan kondisi perusahaan karena persyaratan dapat berbeda.
Setelah Lima Hal Ini Siap, Apa Langkah Berikutnya?
Setelah pendiri, struktur saham, nama, alamat, kegiatan usaha, KBLI, dan dokumen dasar siap, proses dapat dilanjutkan dengan penyusunan dan pembuatan akta pendirian melalui notaris serta proses pengesahan atau pencatatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Setelah badan usaha terbentuk, kebutuhan perizinan berusaha melalui OSS perlu diperiksa berdasarkan kegiatan usaha dan tingkat risikonya. NIB merupakan salah satu bagian penting dalam proses tersebut.
Jika Anda ingin memahami NIB lebih dahulu, baca Apa Itu NIB dan Mengapa Penting bagi Pelaku Usaha?.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
Memilih KBLI hanya berdasarkan kata yang mirip dengan nama usaha.
Belum menyepakati pembagian saham tetapi sudah meminta dokumen pendirian dibuat.
Menggunakan alamat yang tidak sesuai dengan kondisi atau kebutuhan usaha.
Menganggap NIB otomatis menggantikan seluruh izin usaha.
Menggunakan daftar persyaratan lama tanpa memeriksa ketentuan dan sistem yang berlaku saat pendirian.
Kesimpulan
Lima persiapan utama sebelum mendirikan PT adalah menentukan pendiri dan struktur saham, menyiapkan nama perusahaan, memastikan alamat, menentukan bidang usaha dan KBLI, serta menyiapkan modal dan dokumen pendukung.
Semakin jelas keputusan dasar tersebut sebelum proses dimulai, semakin kecil kemungkinan data harus diubah berulang kali. Jika Anda membutuhkan pendampingan untuk proses pendirian PT, lihat layanan Pendirian PT dan pastikan kebutuhan perusahaan dibahas berdasarkan kondisi yang sebenarnya.
Baca juga: Artikel terkait
Ditulis oleh
Tim Pintu Legal
Tim Pintu Legal menulis panduan dan insight seputar legalitas bisnis untuk membantu pelaku usaha di Indonesia.
Butuh konsultasi?
Tim Pintu Legal siap membantu kebutuhan legalitas bisnis Anda.



